Rabu 23 Mei lalu, kantor gue didatangi tamu tak biasa. Kalau sebelumnya tamu-tamu yang datang umumnya berurusan dengan bagian marketing, hari itu tidak. Seleb yang datang. Bisa dibilang, Surya Saputra yang mendapat kehormatan menjadi bintang pertama yang datang ke kantor sederhana ini.
Surya diplot untuk jadi narasumber salah satu rubrik majalah kami. Rencana awalnya bukan dia, tapi Garin Nugroho. Tapi Garin lumayan sibuk. Sering mondar-mandir ke luar negeri. Opera Jawa-nya memang memukau dunia. Sayangnya, ketika Garin sudah berada di Indonesia, ia sakit gigi. Jadilah Shinta, reporter kami yang ditugaskan, menunggu lagi. Sayangnya lagi, di detik-detik terakhir, Garin harus ke Amrik. Seminggu pula lagi lamanya. Ya sudahlah, Surya yang menjadi pengganti. Oh ya, Surya bukan dicadangkan sebagai pengganti Garin loh. Surya bukan cadangan. Kami malah nggak punya cadangan. Nggak ada plan B, beresiko sekali memang, untungnya situasi terkendali hehehe…Kebetulan saja nama Surya muncul saat kami bingung memilih profil yang pantas diangkat bulan ini.
Serba dadakan. Itu kondisi yang terjadi saat harus menghubungi Surya. Shinta mengontak manajer Surya, dan ternyata dia mau diwawancarai. Saat ditanya mau diwawancarai di mana. Manajernya malah bilang itu terserah Shinta. Ya sudah, Shinta nentuin wawancara dilakukan di kantor. Eh dia bersedia. Lihat majalahnya saja belum pernah, tapi Surya mau saja diwawancarai majalah baru kami ini. Datang pula ke kantor. Nyasar lagi saat cari alamatnya. Muter-muter di komplek pondok karya yang jadi langganan banjir ini.
Saat Surya tiba, belum pasti wawancara mau dilakukan di ruangan mana. Jakarta sedang gerah hari itu. Padahal sudah lewat waktu Ashar. Jadi hawa dalam kantor ini juga ikutan panas. Kantor majalah kami memang di rumah. Bukan gedung bertingkat yang full AC. Jadi, cuma ruang redaksi dan meeting saja yang dipasang AC. Demi kenyamanan aktor Arisan ini dan supaya tidak malu-maluin hehehe, wawancara dilakukan di ruangan redaksi. Kebetulan, kerjaan gue lagi banyak, jadi saat Surya diwawancarai, gue tetap di dalam ruangan. Selain itu, alasan lainnya, karena gue niatnya juga mau ikutan nimbrung tanya-tanya hahaha…oh ya, di dalam ruang redaksi, selain ada Surya, Shinta, manajer Surya, dan gue, ada juga Gama dan Auliya (Gam, jangan ngambul ya nama lo gue bawa-bawa di sini. Kalo Aul pasti malah seneng hahaha..)
Sebelum wawancara, Surya dan manajernya baru dikasih lihat dan baca majalah kami. Sepertinya sih majalah kami nggak mengecewakan di mata mereka. Baguslah Wawancara pun berjalan. Shinta banyak menanyakan tentang berbagai soal. Umumnya sih soal film. Sedikit menyerempet masalah pribadi. Sedikit sekali. Bukan domain kami memang kalau soal itu. Gue jadi pendengar aja. Kebetulan Surya duduk di meja sebelah gue. Gue cuma menimpali beberapa hal saja saat wawancara. Soal film juga sih.
Nggak terlalu lama juga sih wawancaranya. Sehabis itu, memang ada sesi foto Surya. Pemotretan nggak dilakukan di ruang redaksi. Tapi di ruangan lantai atas yang untuk menaikinya harus menapaki tangga besi jadul-berputer-sempit-mudah kejedot atap karena terlalu mepet. Kebayang lah bagaimana Surya yang badannya tinggi-besar itu naik ke lantai atas. Gue saja sering kejedot.
Di ruangan atas ada dua ruangan. Satu untuk kamar tidur. Satu lagi rencananya mau dijadikan ruang lay out plus studio foto. Space ruangan untuk studio foto itu sih sudah jadi. Cuma di cat hitam saja dengan sederhana. Cukup lah untuk foto-foto gitu. Studio foto ini mini nan sederhana, juga gerahnya minta ampun kalau siang hari. Maklum, atapnya asbes. Lena, teman seangkatan di kampus, belum lama ini juga pernah merasakan ganasnya efek gerah ini (Sorry ya Len, nama lo gue bawa-bawa. Biar nemenin Gama soalnya hihihi..btw, lo ikutan MP nggak yah.…peace yah).
Untung pas sesi pemotretan sudah sore, jadi gerahnya berkurang. Ah, sepertinya nggak masalah buat Surya. Dia masih ketawa-ketawa. Nggak ada protes juga. Malah banyak tingkah juga. Pemotretannya nggak lama dan selesai. Dan berganti jadi sesi foto bareng seleb. Awalnya, katanya sih si Birong (itu yang di dalam foto, dia duduk sendirian di bangku,red), pengen foto berduaan dengan Surya. Karena gue nggak tahu niat Birong, jadilah gue dan teman yang lainnya cuek dan langsung ikutan nimbrung foto. Ya kapan lagi. Bodoh ah dikira norak. Kapan lagi jadi norak hahaha..
Lalu, jadilah foto-foto ini. Kayak foto keluarga, tanpa kejelasan mana bapak-ibunya. Beberapa bagian masih gelap, soalnya belum di retouch. Tapi gue lebih suka yang asli, lebih natural :p..
Oh ya, kayaknya Birong kecewa, maaf ya nona. Tak ada maksud loh. Tak tahu lah aku niatmu itu hehehe…Lo kayaknya kurang beruntung, gagal foto berdua sama Surya. Kalah sama Mall Gaul, yang tiba-tiba naik ke atas dan berhasil foto berdua bareng Surya.
Foto-foto ini mungkin akan di up load juga di MP teman-teman gue yang ikutan bareng foto itu. Prediksi gue, kayaknya sih Auliya yang sangat berpotensi untuk memajang foto-foto ini. Soalnya, dia juga bersemangat sekali untuk memajangnya di FS hehehe..Foto-foto ini juga gue persembahkan buat Windy yang sangat nge-fans sama Surya. Jangan iri ya Win hehehe…Windy, teman gue di Bandung yang saat gue bilang Surya mau ke kantor, menjadi histeris, ups ;p..
hwahahahaha...bener bgt tuh...gw jadi wondering...foto KTP & SIM nya aul, angle nya gitu juga ga ya?huahahhahahaha...piss ul...
hahaha..iya yun. gue juga penasaran. kayaknya dia belum lihat postingan ini. padahal udah gue suruh lihat dari tadi. kalo lihat dia pasti berkilah. hahaha...piss lagi ul ye ye
wah itu kaya foto temen2 segeng gitu ya.. ngga kaya '"foto bareng artis". hehehe
iya yah, baru sadar juga, koq lebih mirip geng hehe. orangnya asyik juga sih si surya, nggak neko-neko. tapi kayaknya ekspresi gue doang yang harus diubah ;p
yee gama kan sirik ga ikutan foto. jadi waktu anak2 rame2 pada mau liat foto2 ini di komputer, gama ikutan bergegas ke komputer itu. terus gw bilang, "gam maneh mah eweuh!". "nya maneh sih lainna ngajak2 urang (waktu difoto)," kata gama. he2.
mas kuple, mengapa namanya kuple sih? mengapa melambangkan kelemahan? padahal mas kuple kan berdasar pemikiran tinggi nan edukasi melangkah dalam jenjang S2 lagi....
ah si tata bisa saja hehe..emang kuple melambangkan kelemahan yah? bukannya ke-cool-an :D...itu nama warisan dari kakak gue..begitulah, panjang ceritanya..